Pengalaman Ketipu Beli Sepatu di Instagram

Pengalaman Ketipu Beli Sepatu di Instagram

Sebenernya gue males bikin tulisan ini. Bukan cuma karena gue dapat sepatu KW, juga karena gue jadi kelihatan bego.

Zaman now kok masih ketipu dalam hal beginian. Kampungan!

Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu gue lagi butuh banget sepatu buat something. Akhirnya gue cari-cari lah di mana tempat yang jual sepatu kekinian dan sesuai dengan budget gue.

Gue mengembara ke aplikasi olshop dan instagram. Selain itu gue juga nanya sama temen, orang tua, saudara, tukang sol, tukang bangunan, bahkan tukang siomay ~

Dan akhirnya pengembaraan gue dalam mencari toko sepatu berhasil. Itu berkat tukang siomay yang gue tanya. Eh maksudnya temen gue.

Posisinya temen gue itu abis beli sepatu. Mereknya Adisad. Dan gue juga udah lihat sepatunya itu bagus. Makanya gue jadi semakin yakin sama apa yang dia rekomendasiin.

Dia ngerekomendasiin sebuah akun penjual sepatu di instagram. Penasaran dong gue. Akhirnya gue lihat katalog sepatunya. Dan semuanya bagus-bagus. Ditambah dengan narasi diskon 50% yang membuat jiwa miskin gue semakin riang gembira.

Setelah melihat katalognya, gue jatuh hati sama sebuah sepatu Adisad yang tipenya seperti di thumbnail.

Harga yang dibandrol Rp. 600.000 dari harga semula Rp. 1.2 Juta. Gimana gue nggak kepencut coba.

Dan tanpa pikir panjang, di hari berikutnya gue langsung hubungi akun itu lewat Garis (sebuah aplikasi pengirim pesan).

"Min, sepatu yang ini ready?

"Ready gan

"Berapaan harganya min?

"600 gan, belum termasuk ongkir

"Oke, ambil yang ini ukuran 42 ya min

"Siap gan

Selang beberapa waktu si miminnya ngechat gue.

"Gan, kalau yang ini tinggal ukuran 43. Mau nggak gan?

"Nggak gan, nyari yang 42.

"Oh, oke siap-siap gan. Di cek stok barangnya ternyata masih ready.

Dari situ gue sebenarnya udah mulai ngerasa aneh sih. Tapi transaksi itu terus gue lanjutin. Sampai akhirnya gue transfer sejumlah uang dibayar tunai. Sah ? Sah .....

Maksudnya gue dengan begonya transfer ke dia sejumlah uang sesuai kesepakatan. Dengan penuh kebodohan gue nunggu barang itu datang.

Satu hari berlalu, gue ngerasa hari berganti begitu lambat. Keinginan gue untuk memakai sepatu itu terus menggebu.

Hari kedua masa penantian, akhirnya sepatu sampai. Sepulang kerja gue dengan penuh antusias melihat paket kotak berwarna hitam. Yang nggak lain dan nggak bukan adalah sepatu gue.

Dari cara dia nge-packing gue mulai curiga. Sepatu yang katanya ori cuma dipack dalam kardus box yang dilapisi kertas kresek hitam.

Okelah nggak papa. Mungkin itu cara penjual biar untungnya maksimal. Gue bawa dong paket itu ke kamar.

Sesampainya di kamar gue buka paketnya.

"!%!&&!38*!*(!)$!($!)#&!)!$)!$&!$!**!^#!*#&!*@%!*"

Itulah kata-kata yang keluar dari mulut gue seketika setelah gue buka paketnya.

Box sepatunya itu KW. Box yang bisa didapetin dengan harga 15 ribuan.

Kondisi sol sepatunya itu nggak rapi banget potongannya. Masih ada yang lebih-lebih gitu. Selain itu lemnya juga berantakan. Lidah sepatunya abal-abal banget.

Udah lah gue nggak mau nge-deskripsi-in sepatunya. Semakin ngedetailin semakin memuncak amarah gue.

Mending kalian langsung lihat sendiri aja deh.






Belajar dari pengalaman yang telah gue alami. Setidaknya ada beberapa hal yang ingin gue sampaikan buat kalian yang mau beli barang di instagram.

1. Jangan tertipu dengan jumlah follower.

Salah satu faktor kemarin gue ketipu adalah ini. Gue hanya percaya pada jumlah follower. Semakin banyak follower bagi gue berarti toko itu semakin dapat dipercaya. Akhirnya sekarang gue tahu, kalau follower itu bisa dibeli dengan gampang.

Yang perlu diperhatikan adalah seberapa banyak interaksi yang ada di akun instagram tersebut.

Contoh, ada akun IG followersnya 100k. Tapi di tiap postingan likenya nggak sampai 1k. Sedangkan ada akun lain dengan followers hanya 10k tetapi di tiap postingan dia dapat like 5k.

Nah, akun-akun seperti itu lah yang harus kita curigai. Karena kemungkinan besar followersnya dalah fake. Sehingga bisa disimpulkan juga, interaksi yang ada di akun tersebut adalah settingan.

2. Selalu lihat testimoni.

Kesalahan gue kemarin adalah mengabaikan ini. Gue hanya melihat beberapa testimoni saja dan tidak mencari tahu kebenarannya.

Testimoni ini berkaitan dengan poin nomor 1. Di atas gue bilang, jangan sampai kita percaya dengan akun yang followersnya fake, karena kemungkinan besar interaksi yang ada juga settingan.

Bisa saja testimoni yang dipajang itu adalah settingan. So, pintar-pintar kalian untuk ngebedain hal tersebut.

3. Lihat keaktifan akun.

Seekor akun yang memang fokus untuk jualan pasti akan sering update produk. Bakalan sering update story dan juga posting barang-barang jualannya.

Akun yang seperti itu gue kira nggak bakalan menipu customernya. Karena mereka akan sebisa mungkin menjaga reputasi. Jualan online itu soal reputasi dan kepercayaan. Sekali kepercayaan itu hilang, ya sudah, duit ilang juga.

Mungkin itu aja pesan dari gue. Kalau kalian mau beli barang-barang di Instagram, harap berhati-hati. Selain berhati-hati kalian juga harus menyiapkan mental. Jangan terlalu menaruh ekspektasi tinggi terhadap barang yang kalian beli dari IG. Jadi ketika barang datang tidak sesuai harapan kalian tidak terlalu merasa kecewa.

Waduh, keasyikan nulis jadi nggak kerasa kalau udah sore. Gue mau mandi dulu dah.

Semoga pengalaman gue ini bisa menjadi pelajaran bersama. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Oiya, kalau mau curhat tentang ketipu-ketipu gitu, langsung aja coret di kolom komentar ya.

16 Komentar untuk "Pengalaman Ketipu Beli Sepatu di Instagram"

  1. yang sabar gan!
    *jangan lupa mampir ya.. AORLIN(.)com

    BalasHapus
  2. Haha itu mah lu nya aja yang b*ego gan. Gampang banget di tipu. Kenapa ga pakai pihak ketiga aja sih. Lain kali minta rekber aja gan. Biar kalau ada kendala bisa komplain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, karena waktu itu yang ada dipikiran gue udah ngebet banget pengin sepatu baru. Jadi tanpa pikir panjang langsung gue ambil wkwkw

      Hapus
  3. Soalnya pesen sepatunya merk ADISAD sih wkbwk.. Jadinya ya ngono kui 😆😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw, sesuai endingnya ya mbak, "SAD"

      Hapus
  4. Ya gini sih kalau OLshop di kita, gua pernah nyampe bikin blacklist pedagang OLSHOP yang pernah transaksi ama gua, emang nih kadang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan, masih banyak yang nggak jujur

      Hapus
  5. aku gapernah beli sepatu Ol karena bentuk kakiku yang melebar agak sulit kalau gak beli langsung di toko

    tapi aku sepakat masalah jangan tertipu dengan jumlah follower atau testimoni bahkan itu bisa saja palsu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan. Memang beli sepatu offline itu lebih mantap sih gan. Soalnya bisa lihat langsung barangnya dan bbiss nyoba juga

      Hapus
  6. kalo sepatu aku memang jrg mau beli online mas :D. soalnya kakiku beda panjang kiri kanan. cm tipis bgt sih bedanya, tp kalo salah sepatu jd ga nyaman.

    kalopun aku beli online, selalunya dimarket place yg pake rekber. beli lgs di IG ato trf lgs ke penjual cm aku lakuin kalo udh kenal ama orgnya :D.. takut ketipu sih intinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, harusnya pakai rekber. Cuman udah kebelet banget jadi tanpa pikir panjang wkwkwk

      Hapus
  7. Wah, saya bacanya malah salut sama masnya, transfer 600rb gak pake banyak mikir, kekeke.

    Btw belanja lewat IG mang kudu ati2 soalnya gak ada rekber. Tapi y banyak aja yang masih transaksi modal percaya reputasi gini. Tuh bini saya apa2 nyari di IG, padahal ada Tokped ato BL.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena di IG gambarnya bagus2 gan, jadi gampang kepincut. Lain sama di tokped bukalapak dll kan kadang gambarnya kurang menarik tuh

      Hapus
  8. Saya udh follow blognya tp ga tau dh nongol pa blom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap mbak. Thanks nanti saya follow juga blognya mbak

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel